Review Laptop Asus A455L, Budget Mahasiswa Buat Video Editing?

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika tentunya laptop atau komputer merupakan teman penting bagi saya. Jika tidak, bayangkan saja seorang montir tanpa perkakasnya. Apa yang akan dia kerjakan?? it’s nothing..

Oleh karena itu, kemarin sehari setelah ulang tahun saya dapat rezeki (dari emak, hehe..) buat beli laptop. dengan budget 5,4 jutaan saya memilih Asus A455L Series. Sebenarnya sedikit menyesal juga sih kalo belinya di toko-toko terdekat, dengan harga segitu, jika saya beli di toko online harusnya dapat laptop dengan prosesor Intel Core i5. Sedangkan laptop yang telah saya miliki ini menggunakan Intel Core i3-5005U 2.0 GHz (dual core kalo nggak salah).

Karena sudah terlanjur beli, ya sudahlah yang penting pilihan saya nggak terlalu mengecewakan. Lalu, berikut review laptop Asus A455L.

Dimensi

Biasanya saya suka lama dalam menentukan pilihan, namun tidak dengan laptop ini. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Sekujur tubuhnya terbuat dari plastik. Bagian casing luar/atas dibuat glossy dan jika dilihat lebih dekat akan terlihat bling-bling dan motif kayak sarang lebah (atau bentuk salju atau apalah), sehingga laptop ini jadi terlihat sangat cantik dan nggak malu-maluin kalau dipakai di termpat umum.

Sedangkan bagian dalam juga nggak kalah oce. Keyboardnya kata orang mirip keyboardnya Macbook (btw saya belum pernah liat Macbook secara langsung alias katrok banget) cuman bedanya keyboard Asus A455L tombol-tombolnya nggak dilengkapi LED backlight, maklum laptop “murah” (padahal menurut saya mahal). Saya sangat senang mengetik dengan keyboard ini karena sangat empuk dan tidak berisik saat ditekan. Keyboard ini ditutupi dengan casing yang memiliki dua tekstur yang pertama mengelilingi keyboard mirip seperti kain sarung, yang kedua sejajar dengan trackpad yang diberi tekstur seperti logam atau kayu yang sudah diketam.

Trackpad pada Asus A455L ini berukuran lebih besar dari Samsung Galaxy Young saya membuat navigasi jadi mudah dan tidak merepotkan. Fitur yang paling saya suka dan tidak terdapat pada laptop pertama saya yakni Asus Finger Gesture. Misalnya untuk scrolling sebuah halaman, saya hanya perlu menggunakan dua jari dan menggeser ke atas atau kebawah di trackpad. Tap dua jari sebagai klik kanan/opsi. Menyapu tiga jari ke bawah untuk pergi ke desktop/Home, ke atas untuk menampilkan aplikasi yang sedang berjalan, tap tiga jari untuk pencarian, tap empat jari untuk membuka jendela notifikasi.

Laptop berlayar 14 inci ini memiliki bobot yang enteng dan nggak terlalu tebal, jadi cocok banget untuk dimiliki oleh kalangan pelajar.

Colok-colokan

Seperti laptop pada umumnya, laptop ini tentunya dilengkapi dengan berbagai jenis port alias lubang untuk nyolokin sesuatu. pada sebelah kiri laptop terdapat port untuk charger, port kabel LAN, port VGA, port HDMI, port USB 3.0, dan port audio jack 3,5mm.
sedangkan sebelah kanan laptop terdapat DVD R/W, dua buah port USB 2.0 dan satu slot untuk kartu SD.

Hardware

Layar, Asus A455L masih menggunakan layar berjenis TFT LCD, dimana jenis layar tersebut udah nggak keren lagi ketimbang IPS LCD yang populer digunakan pada berbagai perangkat gadget saat ini. Tetapi layar ini masih terbilang aman jika dipandang dari berbagai sudut meskipun nggak seenak IPS.

Baterai yang digunakan Asus bertipe Li-Polymer 2 Cell dengan kapasitas 2950 MAh / 37 Wh. Entah saya yang lebay atau emang kenyataannya, Saya benar-benar puas dengan ketahanan baterai Asus A455L yang malah bikin saya yang kewalahan saking tahan lamanya. Sehingga saya nggak perlu khawatir lagi kemana-mana tanpa bawa charger. Itu bukan tanpa alasan, karena Asus membenamkan teknologi Extended Battery Lifespan. Saya kurang begitu tahu sebutan tersebut entah digunakan untuk baterai atau chargernya, karena Saya nggak butuh waktu lama untuk menunggu baterai laptop ini penuh.

Memori

Pada gambar di atas tertulis bahwa laptop ini dibekali memori RAM 4GB dan HDD 500GB. nah, detil untuk media penyimpanannya terdiri dari satu buah SSD yang pasti merupakan komponen wajib untuk sebuah laptop. Seperti laptop entry level lainnya, kapasitas SSD-nya tertulis di properties 74,6GB. sedangkan HDD-nya ada dua buah dengan kapasitas masing-masing sebesar 195GB. Mungkin karena itulah di atas kertas tertulis 500GB yang tetrdiri dari tiga buah Disk.
Performa
Laptop ini ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah, oleh karena itu kamu tidak bisa berharap terlalu banyak dari laptop ini. Namun, laptop ini bukan berarti punya performa yang lemah. Asus A455L ini masih sanggup menjalankan aplikasi seperti Adobe Premiere Pro CC 2017, meskipun terlalu banyak lag.
Untuk gaming saya sudah coba install beberapa game yang saya download di Windows App Store. salah satunya Asphalt Extreme yang ukuran file-nya mencapai 1,4 GB ini pertama kalinya saya download game ukurannya gede banget. Namun, ukuran segitu tentunya bukan ukuran yang paling besar bagi Windows. Nah, menurut saya performa laptop ini pada saat menjalankan game Asphalt Extreme lumayan bagus dan smooth, ditambah dengan grafiknya yang lumayan memanjakan mata.
Jadi hanya itulah yang bias saya ulas seputar laptop ASUS A455L. Semoga dengan review dari saya ini bisa jadi referensi yang baik untuk kamu sebelum mempertimbangkan sebelum membeli laptop baru. Jika ada kesalahan penulisan dan kekelirun informasi saya mohon maaf, dan jangan sungkan untuk bertanya atau memberi kritik dan saran di kolom komentar di bawah ini. 🙂
Mei 4, 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *