Ingin Memakai Behel? Ini Persiapan dan Pengorbanan yang Akan Kamu Jalani

Nggak cuma kalangan remaja, orang tua pun juga banyak yang pakai behel. Kamu juga kepincut untuk pakai behel karena pengen tampil unyu-unyu? Sebaiknya kamu pikirkan dulu matang-matang. karena memasang behel tidak boleh asal-asalan, kamu harus bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri serta punya persiapan dan pengorbanan. 
Berikut ini persiapan dan pengorbanan yang akan kamu jalani pada saat memasang dan memakai behel:
1. kamu harus mengorbankan beberapa gigi untuk dicabut
cabut gigi via: deherba

Kalau dibayangkan seram juga, ya. tapi mau gimana lagi, sebelum memasang behel kemungkinan 1-4 gigi mau nggak mau ya harus dicabut walaupun gigi yang jadi target nggak berlubang atau rusak. Pengorbanan yang satu ini dilakukan guna memberikan lebih banyak ruang pada gusi kamu agar gigi bisa ditata dengan baik. Tetapi untungnya pencabutan gigi ini hanya berlaku untuk orang yang giginya tumbuh berlebih. Yang sabar ya, buat kamu yang kelebihan gigi! *emoticon peluk*
2. Rutinitas bulanan kamu bertambah, apa lagi kalau bukan silaturahmi sama mantan. eh, maksudnya dokter gigi. Kamu harus rajin ke dokter gigi untuk kontrol setidaknya sekali sebulan, nggak peduli apel wajib ke rumah pacar lah, banyak tugas lah, atau apapun itu, gigi kamu lebih penting, dan wajib!
kontrol behel via: youthmanual.com

“tapi tugas kuliah ku udah deadline, dok.. besok-besok aja boleh kan, dok?”
Boleh aja sih, whatever. Tapi kamu harus terima behelnya nempel di gigimu dalam waktu yang lebih lama =D ๐Ÿ˜† (ketawa antagonis).
Nah, jadi setelah pasang behel mungkin nggak bisa dipungkiri, kamu akan lebih intim sama dokter gigi ketimbang pacar kamu. ๐Ÿ˜„
3. Kamu harus tahan disiksa oleh karet behel yang menarik gigi kamu. Setiap kali melakukan kontrol ke dokter gigi, mungkin ada yang berpikir kalau dokter cuma melihat-lihat behel kamu saja. Jadi, tiap kontrol, kawat dan karet behel kamu akan dikencangkan. Dan apa yang akan terjadi? ngilu banget!! tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya, fase ngilu banget ini hanya terjadi pada pertama kali semenjak behel terpasang di gigi.
imut tapi bikin ngilu via: imgrum.net

Kata orang kebanyakan sih, ini yang bikin pemakai behel jadi kurus, karena nggak kuat mengunyah makanan, memang. Tapi saya pernah kecolongan BB, tuh. Masih tetap makan yang keras-keras kayak jagung wortel, es batu, besi (jangan ditiru! adegan ini hanya dilakukan oleh profesional). Hanya saja yang bikin saya mengerang kesakitan kalau saat mengunyah gigi atas bersentuhan dengan gigi bawah. Ngilu banget!! jadi ngunyahnya pelan-pelan saja. Tapi sekarang saya sudah bisa makan layaknya orang normal, meski karet behelnya baru diganti kemarin. ๐Ÿ˜
4. Ini dia, nih, masalah paling klise tapi paling bikin pasukan behel dropMakanan nyelip di behel Sehabis makan cokelat, nasi padang, cendol atau mie ayam, pemakai behel pasti langsung was-was, dan jadi kehilangan rasa percaya diri. Sulit untuk mau unjuk gigi, karena khawatir ada sisa makanan nyelip di sela-sela behel.

masa kalah sama kambing.. via: Google Images


Enaknya sih bawa cermin dan sikat atau tusuk gigi kemana-mana. Tapi minusnya hal itu bisa menambah nilai rempongitas juga lho, ya. Apalagi bagi cowok seperti saya. ๐Ÿ˜ฐ
Tapi untungnya para pemakai behel dikaruniai lidah yang mampu menyingkirkan makanan yang nyelip di sela-sela gigi. Yeah! pengguna behel pasti sudah lihai mengeluarkan makanan nyelip dengan lidah, walau kadang lidahnya suka ketusuk ujung kawat behel. aduh ๐Ÿ˜‚
5. Sariawan. Ini udah jadi pelanggan setia bagi pemakai behel. Sudah tentu, ini disebabkan oleh bracket yang terlalu nonjol atau ujung kawat yang nyembul. jadi, problem ini juga jadi alasan untuk rutin kontrol ke dokter gigi.
6. Sikat gigi jadi kurang maksimal. Tentu saja, karena terhalangi oleh behel, untuk membersihkan sela-sela gigi, kamu harus pakai sikat gigi khusus orthodontik dengan harga yang eksklusif. jadi kalau mau giginya bersih maksimal, kamu harus pakai sikat gigi dengan jumlah maksimal juga. ๐Ÿ˜‚
7. Karet behel bikin dilema juga, lho. ini sering terjadi karena banyaknya pilihan warna karet behel. Karena kita semua pasti tahu, orang memandang behel sebagai fashion karena karetnya yang beraneka warna dan bentuk yang lucu, tapi ujung-ujungnya bikin dilema.
Misalnya, behel warna transparan, putih, atau kuning lama-lama bisa bikin gigi kamu tampak butek danโ€”maafโ€”jigongan. Behel warna merah atau hijau Kelihatan kayak cabe atau sayuran nyelip di gigi. Behel warna-warni ntar dibilang abis makan meses. 
Yahh, mau gimana lagi. Kalau karetnya abis diganti ya bodo amat lah.
8. Hasil nggak sesuai ekspektasi, ini sepertinya sangat menyedihkan sekali, ya. sudah pasang behel bertahun-tahun tapi (maaf) gigi tetap lebih mancung daripada hidung. Padahal kan kamu pengennya gigi yang lucu kayak Ariana Grande, eh malah kayak Nicki Minaj jadinya. tapi nggak papa lah, Mpok Nicki juga Sexy kok. ๐Ÿ˜„
Jadi, pada kenyataannya dari segi bentuk maupun ukuran gigi setiap orang itu berbeda-beda. Tapi perlu kamu ketahui, behel sejatinya berfungsi untuk merapikan gigi. Disebut memundurkan gigi dinilai kurang tepat karena behel juga bisa difungsikan untuk mendorong gigi yang cenderung ke dalam mulut.
9. Nah, apakah dengan bebasnya behel semuanya sudah selesai? ternyata belum, cyiin! kamu tetap harus menjaga kondisi gigi kamu dengan retainer alias kawat gigi non-permanen, yaitu kawat yang bisa dilepas-pasang. Selama 1-2 bulan pertama setelah lepas behel, kamu harus pakai retainer sepanjang hari, setiap hari. Selanjutnya, cukup dipakai di malam hari. Males pakai retainer dan pengen bebas dari dunia perbehelan? boleh, tapi jangan salahkan dokter yang sudah berkontribusi terhadap gigi kamu. Jika seandainya gigi kamu kembali tonggos, berantakan atau malah semakin parah.
Kenapa harus pakai retainer? Karena gigi itu bisa bergerak, apalagi gigi yang habis ditarik-dorong oleh kawat. Makanya, ada kasus mantan pemakai behel yang giginya berantakan lagi. bahasa dokternya, relapse. akibatnya, si mantan mesti pakai behel lagi.
Berapa lama harus pakai retainer? menurut referensi yang saya baca (lihat di bawah), Ada yang merekomendasikan memakai retainer selama dua kali masa pakai behel. Jadi kalau kamu pakai behel selama tiga tahun, berarti kamu perlu pakai retainer selama minimal 6 tahun.
Tapi kalau menurut saya, jangka waktu pemakaian retainer bisa diukur dari seberapa kuatnya gigi kita (udah nggak goyah atau sensitif lagi). Tapi ya, mending ikutin kata dokter gigi kamu saja deh, biar aman.
***
So, buat kamu yang lagi berencana memasang behel, percayalah. pakai behel itu lebih berat daripada pacaran jarak jauh. Butuh komitmen, pengorbanan, serta banyak cobaannya. So, jangan asal pake ya.
Referensi: dentalplans | youthmanual | Google
Februari 22, 2017

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *